Mau jalan-jalan ke mall, ke tempat wisata, keluar negeri, dengan semangatnya kita menyiapkan bekal. Menyiapkan makan, minum, dan barang-barang lain yang dibutuhkan agar kita bisa menikmati jalan* kita. Yuk berpikir dan lihat lebih jauh lagi. Ketika kita berhasil menuju tempat tertentu kita bangga, dan ingin mencapai yg lebih indah lagi. Ketika kita menaklukan jarak yang jauh, kita ingin menaklukan yang lebih jauh lagi. Ketika kita menaklukan ketinggian tertentu, kita ingin menaklukan yg lbh tinggi lagi. Ketika kita menaklukan kedalaman tertentu, kita ingin menyelam lebih dalam lagi.
Semua itu wajar, karna Allah menciptakan manusia, yg memiliki rasa ingin lebih, ada yg bersyukur dan ada yg kurang bersyukur.Tapi, jangan lupa, perjalanan-perjalanan untuk mencapai yang jauh, yang sulit, yang tinggi maupun yang dalam merupakan perjalanan yang fana.
Yuk lihat lebih jauh lagi,
bagaimana kita setelah muda? Ya, kita akan tua, dan pastinya kembali kepada sang pencipta untuk menuju tempat akhir yang nyata. Ya,, itu adalah akhirat. Menuju alam akhirat. Sadarilah kita berada di alam ketiga yaitu Dunia, setelah itu kita menuju alam barzah, setelah itu kita menuju alam akhirat.udah siapkah kita untuk perjalanan yang jauh itu? Kita akan menuju alam barzah. Setelah ruh kita terpisah selanjutnya diangkat ke langit dibawa menuju sang Pencipta.jika amalan kita baik, ruh kita wangi, melebihi bau kasturi. Setiap melintasi lapisan langit daribpertama hingga mencapai Arsy, para penghunilangit bertanya* ruh siapakah itu yang sangat wangi. Hingga akhirnya ketika dihadapan sang pencipta. Kemudian dikembalikan lagi kita ke bumi(masuk alam barzah) karna disinilah nanti kita akan dibangkitkan saat kiamat nanti. Sebaliknya ketika amalan kita buruk, ruh kita, baunya lebih buruk dr pada bau bangkai. Dari langit pertama hingga Arsy, yang ada hanya cacian dan makian atas bau busuk yang dibawa.kemudian dikembalikan lagi kita ke bumi untuk dibangkitkan nantinya.
Di alam barzah, perjalanan baru telah dimulai. Datanglah 2 malaikat yang menanyai dan menyiksa ruh kita. Kita akan ditanyai, namun pada saat itu mulut kita dikunci, tangan dan kaki kita yang bersaksi (Q.S. Yaasin :68) atas apa yg kita lakukan.
Ketika kita berbuat baik, munkar dan nakir membukakan pintu neraka sehingga kita melihat berbagai siksaan di dalamnya. Lalu Malaikat mengatakan "lihatlah dari apa Allah telah selamatkan kamu". Kemudian ditutuplah pintu neraka itu dan dibukakan pintu surga sehingga kita melihat indahnya taman surga yang begitu indah. Dan berkatalah malaikat " inilah tempatmu sekarang". Kemudian jenazah mukmin ini berdo'a "Ya Allah cepatkanlah waktu agar saya ingin masuk ke surgamu". Kemudian berkatalah Allah " bentangkanlah kuburan orang ini seluas pandangan matanya dan bukakan nantinya dia jalan menuju ke surga, dan jadilah kuburannya seperti taman surga.
Kata Nabi Muhammad SAW ruh itu nantinya akan didatangi oleh seseorang yang sangat tampan, bersih, wangi. Dan bertanyalah ruh itu "siapakah engkau? Sungguh ciptaan Allah yg sangat mulia". "Aku adalah amal sholehmu, yang akan menemanimu sampai hari kiamat". Amal sholehnya berubah menjadi seseorang yang bersih rapi wangi yg akan menemaninya sampai hari kiamat.
Sedangkan bagi ruh orang yang fasik, ditanyalah kepadanya oleh Munkar dan Nakir. Dan bersaksilah anggota tubuh kita atas semua itu, walaupun orang tersebut di dunia tau dan hafal semua jawabannya, bila dia fasik, kafir maka mulutnya takan bisa menjawabnya. Lalu dibukakanlah pintu surga sehingga ruh itu melihat indahnya surga, dayang*nya, dan kenikmatan lainnya. Lalu malaikat berkata lihatlah dari apa kau haramkan dirimu sendiri. Lalu ditutup dan dibukakan pintu neraka dengan berbagai siksaan. Lalu malaikat berkata inilah tempatmu sekarang. Dan berdo'alah ruh itu " ya Allah, jangan cepatkan waktu karna aku tidak ingin masuk ke nerakaMu". Lalu datang setelah itu sosok yang tampangnya menakutkan, badannya busuk, dan membuat jenazah ini kaget hingga mengatakam "siapa kamu? Sungguh buruk ciptaan Allah pada dirimu". Dan orang itu menjawab "saya adalah amal burukmu yang akan menemanimu sampai hari kiamat". Ada 2 hadist riwayat bukhori, yg pertama dinding kuburannya akan menjepit tubuhnya hingga tulang rusuknya bersilangan. Yg kedua Allah akan utus malaikat yg tidak memiliki pendengaran dan penglihatan yg membawa besi yg bila besi itu dihantamkan ke gunung maka gunung itu hancur. Lalu dihantamkan besi itu je orang tersebut hingga hancur orang itu lalu kembali lagi, begitu terus hingga hari kiamat.
Mari kita perbaiki diri kita untuk kembali ke jalan yang lurus yang dirahmati Allah, kita siapkan perjalanan kita yang sebenarnya. Tutup aurat dengan benar, jangan terpengaruh mode, karna aturan menutup pakaian sejak dulu hingga sekarang tidak berubah. Perbaiki ibadah, sedekah dan amal sholeh.
Semoga kita selalu dirahmati Allah, aamiin ya robbal alamiin..
Sobat, setiap hamba mengharapkan do’anya dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu, hendaklah kita berdo’a sesuai dengan syarat dan adab berdo’a sebagaimana mestinya. Adapun tatacara atau adab dalam berdo’a sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ ’Ulumuddin adalah sebagai berikut :
1.Dilakukan pada waktu yang mulia, seperti pada hari Arafah, hari jum’at, bulan Ramadhan, di sepertiga malam, antara adzan dan iqamah, dll.
2.Dilakukan dalam keadaan yang khidmat, seperti pada waktu sujud, sebelum dan setelah sholat wajib.
3.Menghadap ke kiblat.
4.Ketika berdo’a, hendaklah dimulai dengan memuji Allah subhaanahu wa ta’alaa (membaca Asmaul Husna), kemudian diiringi dengan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa salam, dan diakhiri dengan keduanya.
5.Hendaklah membaca syahadat dan memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang dilakukan baik sengaja maupun tidak.
6.Berdo’a dengan merendahkan diri penuh harap dan menggunakan bahasa yang sederhana serta suara yang lemah lembut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’rafayat ke-55. Jangan berdo'a dg membuat syair.
7.Bersabar dalam do’a, istiqamah, tidak bosan, dan putus asa.
8.Jika seseorang berdo’a untuk orang lain, hendaklah dia berdo’a untuk dirinya terlebih dahulu, baru kemudian mendo’akan orang lain.
9.Berdo’a dengan bertawassul menggunakan nama-nama Allah subhaanahu wa ta’alaa yang mulia dan sifat-Nya Yang Maha Tinggi atau dengan amal sholeh.
10.Hendaklah ketika berdo’a itu dalam keadaan suci, memakai pakaian yang bersih, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang halal. Rasulullah Muhammad shallallahu’alaihi wa salam bersabda; “Tidak akan masuk surga setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram”. (HR. Ahmad dan Ad-Darimi dari Jabir bin Abdullah). Termasuk makan makanan dan minum yang di dapat dari meminta orang lain.
Selain mengetahui dan memperhatikanadab do’a di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar do’a diijabah oleh Allah, antara lain :
·Berdo’adengan penuh keikhlasan.
Ingatlah kisah Nabi Yunus yang diabadikan di dalam surat Al-Anbiya’ ayat 87-88. Nabi Yunus dengan penuh keikhlasan memohon dan mengharap pertolongan Allah, sehingga Allah berkenan mengabulkan do’anya dan menyelamatkannya setelah sekian lama berada dalam perut ikan.
·Berdo’a dengan penuh keyakinan
Seseorang harus yakin ketika berdo’a, Hanya do’a yang diiringi dengan penuh keyakinan dan harap yang akan dikabulkan oleh Allah. Yakin bahwa Allah mendengar do’anya, yakin bahwa Allah akan mengabulkan do’anya. Jika do’a-do’anya tidak kunjung terkabulkan setelah serkian lama, ia harus tetap yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik baginya.
·Berdo’a hanya kepada Allah.
Do’a adalah wujud dari ketaatan seorang hamba kepada Rabb-Nya. Oleh karena itu, ia hanya patut berdo’a kepada Allah. Hanya kepada-Nya ia meminta hajat hidup, memohon perlindungan dari bahya dan musibah serta mengadu dan berkeluh kesah. Karena Allah Zat Yang Maha Mendengar, Maha Berkuaa, dan Maha berkehendak. Tiada daya dan upaya kecuali atas izin dan perkenan-Nya.
·Husnudzan (berbaik sangka) kepada Allah
Orang yang berdo’a harus berbaik sangka kepada Allah. Karena Allah yang lebih memahami hakekat keinginannya. Bila do’anya tidak juga terkabul, ia harus tetap berprasangka baik kepada Allah.Tidak boleh berburuk sangka dan berpikir negative, apalgi marah –marah dan berkat keji. Ketika berdo’a, seseorang harus sabar. Karena Allah lebih tahu kapan saat yang paling tepat untuk mengabulkan do’a hamba-Nya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam . besabda bahwa Allah Subhaanahu wa ta’alaa berfirman,“Aku menurut prasangka hamba-Ku atas diri-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia berdo’a kepada-Ku” ( HR. Muslim)
·Memperbanyak amal sholeh. Penyebab utama terangkat dan diterimanya do’a adalah amal sholeh.
Do’a adalah perkataan yang baik.Perkataan yang baik akan diangkat ke hadapan Allah. Untuk mengangkatnya diperlukan amal sholeh. Salah satu bentuk amal sholeh adalah shodaqoh. Shodaqoh terbukti secara empiris mampu menangkal bala dan musibah. Orang yang gemar bersedekah akan dijauhkan oleh Allah dari bahaya dan musibah. Kemudian melakukan amar ma’ruf nahi munkar.Bahkan suatu kaum akan ditimpakan musibah pemimpin yang dzalim dan do’a orang-orang sholeh tidak dikabulkan oleh Allah subhaanahu wa ta’alaa kalau di dalamnya tidak ada orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Sobat, Allah menciptakan kita di dunia ini bukan untuk menjadi manusia yang gagal tapi benar-benar dimuliakan hanya saja sering kita melupakan nikmat yang begitu luar biasa yang Allah kasih kepada kita sebagai modal dalam menjalani hidup ini.Sehingga bukannya rasa syukur tapi keluh kesah yang sering kita ungkapkan. Berikut ini ada 5 langkah yang perlu diikuti dalam membangun kesadaran dan kemakmuran :
1.Kembangkan keyakinan akan kemakmuran ke dalam pikiran bawah sadar anda bahwa dunia ini adalah alam semesta yang berlimpah, hidup itu menyenangkan dan menguntungkan. Ada banyak sekalipeluang untukku dalam setiap aspek hidupku.Menjadi berhasil adalah tanggung jawabku.
2.Cari dan kenalilah keberlimpahan dalam hidup anda saat ini.
3.Kenali dan berasosiasilah dengan kesuksesan di mana pun berada.
4.Bacalah buku-buku inspiratif, dengarkan kaset rekaman atau lihat VCD pengembangan diri, bergabunglah dengan kelom[ok atau organisasi/komunitas yang mendambakan keberhasilan serta kemuliaan hidup.
5.Bergaullah dengan orang-orang yang sukses dan memiliki valensi tinggi, baik yang nyata maupun imajiner
Semoga kita semuanyamenjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur dan sabar untuk selalu berjuang menegakkan Agama Allah di muka bumi ini.
Sumber : http://www.faqihsyarif.com/ dengan beberapa perubahan
Akhlak berasal dari bahasa arab "hulup" yg artinya budi pekerti. Menurut istilah akhlak adalah: sifat yg keluar dari diri orang tergantung lingkungan & sumber prilaku. Menurut ajaran Islam, akhlak itu tuntunan. Dan menurut bahasa akhlak itu moral/etika. Jadi, akhlak adalah moral/prilaku seseorang yg keluar dari diri sendiri, yg berupa sifat baik ataupun buruk yg tergantung pengaruh dari lingkungan, teman pergaulan, dan sumber prilaku.
Akhlak yg bersumber dari Al-Qur'anulkarim mengajarkan tentang berakhlak mulia kpd Allah SWT dan pd lingkungan sekitar. Sedangkan akhlak bersama manusia mengajarkan tentang saling menghormati, saling menyayangi, dan tidak merusak lingkungan.
Akhlak Madzmumah
Akhlak madzmumah adalah akhlak buruk yang harus di hindari. Akhkak Madzmumah diantaranya adalah sebagai berikut.
1.Hasad. Hasad adalah rasa iri hati atau dengki. Secara lebih jelasnya sifat hasad adalah menginginkan musnahnya suatu kenikmatan yang sedang dinalami orang lain. Allahtelah berfirman dalam Al-Qur’an Q.S. An-nisa ayat 32 supaya manusia tidak iri hati.
Dampak sifat hasad sangat berbahaya. Di antaranya orang yang memilikki sifat hasad tidak akan bahagia, hatinya terus merasa risau, mendapat cobaan yang tidak menghasilkan pahala, tertimpa sifat yang sangat tercela, di murkai Allah SWT, tertutup dari pintu taufiq, menghancurkan semua amal baik yang ia kerjakan, membuat pelakunya selalu berpikiran buruk, dan akan di benci oleh para komunitasnya.
Nah, para pembaca, sifat hasad ada pula yang di perbolehkan. Sebagaimana yang telah di sebutkan dalam sabda Rasullullah yaitu di perbolehkan bila seorang di beri kekayaan, lantas ia membelanjakannya dalam hal kebaikan, dan seseorang yang di beri kepandaian oleh Allah SWT, lantas ia mengamalkan dan ajarkan kepada orang lain.
2.Riya. Riya artinya menyombongkan diri di hadapan orang lain dengan melakukan suatu kegiatan supaya ia di puji ataupun mendapat penghargaan.
Riya di bagi oleh para ulama menjadi dua, yaitu Riya dalam niat, yaitu riya yang muncul ketika mengawali suatu pekerjaan atau ketika ketika hendak melakukan suatu kegiatan. Riya dalam peebuatan, yaitu riya yang muncul ketika seseorang sedang melakukan amalan/kegiatan. COntohnya seseorang menolong orang lain di hadapan orang lain supaya di sanjung atau di beri pujian.
Bahaya riya adalah semua amalan yang di lakukan dengan riya’ tidak akan dib alas dengan pahala, di benci oleh Allah dan manusia, menghilangkan nilai pahala dan amal sholeh, menjadi malas beramal bila tidak di sanjung orang lain, timbul rasa dendam pada orang yang di tolong yang tidak menyanjungnya.
3.Berbuat Aniaya. Kata aniaya dalam bahasa Arab biasa di sebut dengan istilah dzalim. Dalam ajaran Islam adalah meletakan sesuatu bukan pada tempatnya.
Perbuatan Dzalim di bagi menjadi 2, yaitu Dzalim kepada diri sendiri, adalah tidak memanfaatkan karunia Allah yang di berikan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Contohnya berbuat maksiat kepada Allah SWT. Dan yang kedua adalah Dzalim Kepada Orang lain, yaitu berbuat aniaya kepada orang lain. Akibatnya adalah Allah akan menimpakan adzab kepada seluruh komunitas tersebut, pelaku akadi timpa sebuah bencana, dapat merugikan orang lain, dan lain-lain.
Pertama seperti biasa semua benda yang mengikat tubuh di longgarkan sperti sabuk, dasi, sepatu, dsb. Lalu bacakan surat Al-Ikhlas, Setelah itu Al-Falaq, dan yang terakhir An-Nas. Setelah itu Bacakan Ayat Kursi. Bacaka Semua ayat-ayat tersebut pada salah satu telinga korban. (coba yang kiri dulu). Semoga berhasil dan Bermanfaat.
Akhlak madzmumah adalah akhlak buruk yang harus di hindari. Akhkak Madzmumah diantaranya adalah sebagai berikut.
1.Hasad. Hasad adalah rasa iri hati atau dengki. Secara lebih jelasnya sifat hasad adalah menginginkan musnahnya suatu kenikmatan yang sedang dinalami orang lain. Allahtelah berfirman dalam Al-Qur’an Q.S. An-nisa ayat 32 supaya manusia tidak iri hati.
Dampak sifat hasad sangat berbahaya. Di antaranya orang yang memilikki sifat hasad tidak akan bahagia, hatinya terus merasa risau, mendapat cobaan yang tidak menghasilkan pahala, tertimpa sifat yang sangat tercela, di murkai Allah SWT, tertutup dari pintu taufiq, menghancurkan semua amal baik yang ia kerjakan, membuat pelakunya selalu berpikiran buruk, dan akan di benci oleh para komunitasnya.
Nah, para pembaca, sifat hasad ada pula yang di perbolehkan. Sebagaimana yang telah di sebutkan dalam sabda Rasullullah yaitu di perbolehkan bila seorang di beri kekayaan, lantas ia membelanjakannya dalam hal kebaikan, dan seseorang yang di beri kepandaian oleh Allah SWT, lantas ia mengamalkan dan ajarkan kepada orang lain.
2.Riya. Riya artinya menyombongkan diri di hadapan orang lain dengan melakukan suatu kegiatan supaya ia di puji ataupun mendapat penghargaan.
Riya di bagi oleh para ulama menjadi dua, yaitu Riya dalam niat, yaitu riya yang muncul ketika mengawali suatu pekerjaan atau ketika ketika hendak melakukan suatu kegiatan. Riya dalam peebuatan, yaitu riya yang muncul ketika seseorang sedang melakukan amalan/kegiatan. COntohnya seseorang menolong orang lain di hadapan orang lain supaya di sanjung atau di beri pujian.
Bahaya riya adalah semua amalan yang di lakukan dengan riya’ tidak akan dib alas dengan pahala, di benci oleh Allah dan manusia, menghilangkan nilai pahala dan amal sholeh, menjadi malas beramal bila tidak di sanjung orang lain, timbul rasa dendam pada orang yang di tolong yang tidak menyanjungnya.
3.Berbuat Aniaya. Kata aniaya dalam bahasa Arab biasa di sebut dengan istilah dzalim. Dalam ajaran Islam adalah meletakan sesuatu bukan pada tempatnya.
Perbuatan Dzalim di bagi menjadi 2, yaitu Dzalim kepada diri sendiri, adalah tidak memanfaatkan karunia Allah yang di berikan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Contohnya berbuat maksiat kepada Allah SWT. Dan yang kedua adalah Dzalim Kepada Orang lain, yaitu berbuat aniaya kepada orang lain. Akibatnya adalah Allah akan menimpakan adzab kepada seluruh komunitas tersebut, pelaku akadi timpa sebuah bencana, dapat merugikan orang lain, dan lain-lain.
ØBacalah ayat berikut dengan tartil,fasih. Kemudian salin kembali ayat-ayatnya dengan benar dan baik.
1.Terjemahan ayat
Terjemahan Q.S. Al Mukminun, 23 : 12-14 adalah :
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal ) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani ( yang disimpan) dalam tempat yang kokoh ( rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Bermudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik.
2.Kandungan Ayat
Kandungan Al-Qur’an Surat Al Mukminun ayat 12 – 14 adalah :
oPenegasan Allah bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan-Nya yang asal kejadiannya dari tanah.
oInformasi dari Allah SWT tentang proses kejadian manusia ketika masih ada dalam kandungan.
Proses kejadian manusia ketika masih dalam kandungan sebagai berikut :
a.Allah SWT menjadikan saripati tanah yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai nutfah ( spermatozoa), yang kemudian ditumpahkan kedalam qarar ( rahim atau kandungan).
b.Allah SWT merubah nutfah menjadi alaqah yang berbentuk gumpalan darah menyerupai buah lecis atau lintah.
c. Dari alaqah Allah SWT menjadikannya sebagai mudgah yaitu segumpal daging menyerupai daging yang telah hancur berkas dikunyah.
d.Dari mudgah Allah SWT menjadikannya sebagai idzam yaitu tulang belulang yang menjadi rangka.
e.Kemudian Allah SWT menjadikannya sebagai makhluk lain yaitu manusia dengan segenap anggota-anggotanya.
3.Penjelasan :
Qur’an surat Al Mukminun adalah surat yang ke 23 yang terdiri atas 118 ayat, tergolong surat-surat Makkiyah. Dinamai “Al Mukminun” karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang yang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akherat dan ketentraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi pengikut bagi Nabi Muhammad s.a.w.
Bagaimana menurut pandangan ilmu kedokteran tentang proses kejadian manusia itu?
Allah memberikan anugrah kepada manusia sejak lahir tiga hal, yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Dengan tiga hal tersebut manusia akan menjadi makhluk yang paling sempurna. Menurut para ulama bahwa pendengaran merupakan alat untuk mendengar seruan di dunia dan akherat. Dalam perkembangan organ bayi bahwa pendengaran itu lebih dahulu berfungsi dari pada mata. Dalam ilmu Embriologi janin ketika masih ada di rahim ibunya, mereka telah mendengarkan pesan-pesan yang diberikan melalui ibunya. Kemudian barulah mata itu berfungsi ketika bayi itu telah lahir di dunia, sehingga bayi itu dapat melihat apa-apa yang ada di sekelilingnya. Barulah pada perkembangan berikutnya bayi itu bisa berfungsi hati nuraninya yang terdiri dari otak dan hatinya. Berdasarkan penelitian yang ilmiah di bidang kedokteran ditemukan bahwa otak manusia terdiri dari beberapa kepingan, yaitu keping otak bagian depan, dahi, pelipis, dan belakang. Kepingan-kepingan itu menjadi pusat berbagai macam indra manusia. Kepingan-kepingan itu mengalami perkembangan menuju kesempurnaan sesuai dengan derap perkembangan manusia sejak lahir sampai tua.
Wahai hamba-hamba Allah ! Bertaqwalah sekalian kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa. Dan Janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan Islam. Saya menyeru diri saya sendiri dan juga sidang Jumaat sekalian agar kita sama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan melakukan segala suruhanNya dan menjauhi segala yang ditegahNya. Sidang Jumaat yang dihormati sekalian, Firman Allah dalam ayat 40 surah al-‘Ankabut:
Maksudnya : Maka masing-masing Kami binasakan dengan sebab dosanya, iaitu di antaranya ada yang Kami hantarkan angin ribut menghujaninya dengan batu; dan ada yang dibinasakan dengan letusan suara yang menggempakan bumi; dan ada yang Kami timbuskan dia di bumi; dan ada pula yang Kami tenggelamkan di laut. Dan (ingatlah) Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri Al-Quran merupakan mukjizat terbesar dan berkekalan yang dianugerahkan oleh Allah kepada junjungan besar nabi Muhammad s.a.w sebagai nabi akhir zaman pembawa rahmat kepada sekalian alam bukan terbatas kepada bangsa dan negara tertentu sahaja. Seluruh isi kandungan al-Quran yang menjelaskan berkaitan aqidah, hukum-hakam syariat, adab-adab, sistem kehidupan, balasan akhirat tidak ketinggalan banyak kisah pengajaran sebagai pedoman kita semua. Allah menjelaskan dalam al-Quran bagaimana aman bahagianya golongan yang bertaqwa dan mengikut ajaran Islam yang dibawa oleh nabi-nabi dan dalam masa yang sama betapa banyak bangsa dan negara yang dihancurkan akibat mengengkari ajaran nabi yang diutuskan kepada mereka walau pun teknologi dan kemajuan yang dicapai begitu hebat. Ada golongan yang dihancurkan dengan petir, banjir besar, dilipatkan bumi, ditukar kepada rupa binatang dan sebagainya. Ada yang dihancurkan sehingga tidak lagi dapat dikesan dan ada yang terus dapat dilihat kesan sehingga hari ini melalui pembangunan yang ditinggalkan atau kesan kehancuran seperti tasik Qarun dan Laut Mati. Sebagai umat yang beriman kepada Allah dan rasulNya maka kita wajib mengambil iktibar daripada semua yang berlaku bukannya menjadi manusia yang mati hatinya sehingga kisah-kisah pengajaran daripada al-Quran hanya dianggap kisah dongeng dan sekadar cerita klasik sahaja. Sidang Jumaat yang dirahmati Allah, Firman Allah dalam ayat 97-99 surah al-A’araf :
Maksudnya : Patutkah penduduk negeri itu (bersedap hati) serta merasa aman daripada kedatangan azab Kami kepada mereka pada malam hari, semasa mereka sedang tidur? (97) Atau patutkah penduduk negeri itu (bersedap hati) serta merasa aman daripada kedatangan azab Kami kepada mereka pada siang hari, semasa mereka sedang leka bermain-main? (98) Patutkah mereka (bersukaria) sehingga mereka merasa aman akan rancangan buruk (balasan azab) yang diatur oleh Allah? Kerana sebenarnya tidak ada yang merasa aman dari rancangan buruk (balasan azab) yang diatur oleh Allah itu melainkan orang-orang yang rugi Ketika dunia hangat membincangkan tentang pergolakan dalam menjatuhkan pemimpin kuku besi satu demi satu di kebanyakan negara Arab dan Afrika tiba-tiba berlakunya suatu gempa bumi dan tsunami yang begitu dahsyat di sebuah negara maju iaitu Jepun yang telah mengorbankan lebih 13 ribu nyawa disamping kehancuran yang teruk ditambah lagi dengan merebaknya kesan radiasi akibat beberapa loji nuklear Jepun yang turut musnah sehingga turut merebak ke negara lain termasuk Amerika Syarikat dan Eropah. Kemusnahan loji nuklear Jepun ini sepatutnya dijadikan panduan kepada pemimpin negara dalam mengkaji semula rancangan untuk membina loji neuklear di negara ini dan juga kelulusan untuk sebuah Syarikat Australia untuk membina Pusat Pemprosesan Tanah Jarang [rare earth] yang terbesar di dunia dengan nilai RM 700 juta di Pahang. Jangan dek kerana keuntungan yang sedikit nyawa rakyat dikorbankan. Ketika menyoroti sejarah berlakunya gempa bumi ini semenjak dari dahulu hingga kini di mana ada di kalangan ulama’ yang menyatakan bahawa gempa bumi pertama berlaku di atas muka bumi ini ialah setelah Qabil bertindak kejam membunuh saudaranya Habil akibat perasaan hasad dengki. Apabila pembunuhan pertama ini berlaku akibat perang saudara telah menyebabkan bumi terlalu marah sehingga berlakunya gempa bumi. Gempa bumi turut berlaku pada zaman nabi Muhammad s.a.w di mana nabi telah membaca doa tertentu sehingga bukit yang di atasnya pernah disemadikan beberapa orang nabi, para orang mati syahid telah berhenti daripada bergegar. Begitu juga gempa bumi yang pernah berlaku semasa pemerintahan Sayyidina Umar al-Khottab di mana setelah berkata sesuatu kepada bukit itu lalu ia berhenti daripada bergegar. Malah jika kita baca sebuah kitab tentang peristiwa gempa bumi yang telah ditulis oleh seorang ulama’ terkenal iaitu imam Jalaluddin as-Sayuti maka kita dapati beliau telah mendahului ilmuan barat dalam menulis banyak peristiwa gempa bumi yang telah berlaku sejak dahulu hingga kepada zamannya. Peristiwa gempa bumi merupakan merupakan peringatan dan amaran daripada Allah ketika manusia melakukan kerosakan, terlibat dengan kemungkaran dan ia juga merupakan antara tanda-tanda Qiamat sebagaimana suatu peringatan dari nabi yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim:
Maksudnya : Tidak berlakunya kiamat sehingga ditarik ilmu pengetahuan, dan banyak gempa bumi, terlalu singkat waktu, banyak fitnah dan kekacauan, iaitu pembunuhan demi pembunuhan, sehingga semakin banyak harta kemewahan yang melimpah ruah Sidang Jumaat yang diberkati Allah, Kita juga mestilah merenung kepada setiap apa yang berlaku disekeliling kita agar kita tidak menjadi agen yang menjemput bala yang dahsyat daripada Allah. Ingatlah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Tirmizi daripada Sayyidina Ali:
Maksudnya : ” Apabila umatku telah membuat 15 perkara maka bala pasti akan turun kepada mereka. Lalu ditanya tentang apakah itu wahai Rasulullah? Jawab baginda :[1]Apabila hasil kekayaan negara hanya beredar di kalangan golongan tertentu sahaja [2]Apabila amanah dijadikan suatu sumber dalam mengaut keuntungan [3] Zakat dijadikan hutang [4] Suami menurut sahaja kehendak isteri [5] Anak derhaka terhadap ibunya [6] Anak terlalu mementingkan kawannya [7] Anak juga menjauhkan diri daripada bapanya [8]Suara sudah ditinggikan dalam masjid [9]Yang menjadi pemimpin di kalangan mereka ialah orang yang paling hina di antara mereka [10] Seseorang itu dipandang tinggi kerana ditakuti kejahatannya [11]Arak sudah diminum secara terang-terangan di merata tempat [12] Kain sutera banyak dipakai oleh kaum lelaki [13] Para artis disanjung tinggi [14] Muzik banyak dimainkan [15] Generasi akhir umat ini melaknat generasi pertama (para sahabat) Maka pada ketika itu mereka bakal ditimpa oleh angin merah atau gempa bumi atau diubah keadaan mereka menjadi binatang Sidang Jumaat yang dikasihi Allah, Firman Allah dalam ayat 85 surah Ali ’Imran :
Maksudnya : Dan sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari akhirat kelak dari orang yang rugi Ujian Allah berbentuk gempa bumi, banjir besar, ribut taufan, gunung berapi merupakan suatu ujian yang besar namun begitu ada lagi ujian yang lebih hebat daripada itu iaitu apabila berlakunya penghinaan terhadap Islam, usaha dalam meruntuhkan aqidah umat Islam. Antara yang terbaru bila tersiarnya di internet isu adanya orang bukan Islam yang menghina azan dengan mengatakan bahawa laungan azan seperti laungan jual beli makanan. Begitu juga isu pertikaian pengharaman judi yang bukan sahaja merupakan amalan keji dalam Islam malah seluruh agama lain. Tidak ketinggalan isu kebenaran untuk menyebarkan Bible berbahasa Melayu yang menyaksikan ada yang menyokong dan ada yang menentang. Ia mesti dipandang sebagai kesungguhan pihak Kristian terutamanya dalam menyebarkan agamanya di negara kita. Bagaimana pula dengan usaha kita dalam mempertahankan aqidah ketika isu murtad terus melanda ditambah lagi dengan merebaknya fahaman Islam Liberal yang banyak mempertikaikan syariat Islam dan masalah Pluralisme agama yang menganggap semua agama di dunia, sama dan setaraf. Bagaimana pula dengan usaha dalam memperkemaskan ilmu Islam dalam diri seluruh umat Islam yang lebih ramai yang hanyut dengan hiburan melalaikan sehingga menganggap agama sebagai suatu yang tidak penting. Bila kejahilan melanda maka kekufuran lebih dekat dengan umat Islam. Wapada sebelum terkena, beringat sebelum terjerat, awas sebelum terbabas Firman Allah dalam ayat 117 surah Hud :
Maksudnya : Dan Tuhanmu tidak sekali-kali mahu membinasakan mana-mana negeri dengan sebab kezaliman penduduknya selagimana mereka sentiasa memperbaiki keadaan sesama sendiri.